Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Harga Elpiji Capai Rp 80 Ribu
Senin, 25 Agustus 2008 | 08:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Harga elpiji di Semarang dan sekitarnya mencapai Rp 80 ribu per tabung isi 12 kilogram. Lonjakan itu  Rp 10 ribu lebih mahal dari harga sebelumnya, Rp 70 ribu per tabung. "Mulai hari ini  harga naik," kata Ridwan,  agen elpiji  Latansa Semarang, kepada Tempo.

Harga tersebut melebihi harga yang sudah ditetapkan PT Pertamina , yang mendongkrak  harga elpiji kemasan 12 kilogram dari Rp 63 ribu menjadi Rp 69 ribu per tabung. Sedangkan tabung elpiji ukuran  50 kilogram dari Rp 343 ribu menjadi Rp 362.750 per tabung.

Ridwan menyatakan, selama ini harga di tingkat agen memang berbeda dengan harga yang ditetapkan PT Pertamina. "Kami  dibebani dengan ongkos kirim," ujarnya. Sehari sebelumnya, menurut Ridwan, tak ada aksi borong atau pasokan berkurang. "Stoknya cukup banyak," katanya.

Kebijakan Pertamina harga elpiji terus dinaikan untuk mencapai harga ekonomi. Untuk elpiji  kemasan 12 kilogram dan 50 kilogram  dinaikkan Rp 500 per kilogram per bulannya sampai mencapai harga keekonomiannya. Secara nasional, harga elpiji keekonomiannya mencapai Rp 11.400 per kilogram.

Juru bicara Pertamina, Wisnuntoro, mengatakan harga jual tabung naik dari Rp 63 ribu menjadi Rp 69 ribu. Tak boleh lebih dari itu. Alasan Pertamina menaikkan harga jual elpiji, kata dia, karena untuk menambal biaya operasional dan angkut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak. Harga lama elpiji masih belum mampu menutupi biaya operasional. "Pertamina masih menanggung kerugian Rp 6,5 triliun meski ada kenaikan harga," katanya.

Rofiuddin

 

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan  | 22 September 2003
Bos Pertamina, Siapa Dia  | 18 Agustus 2003
Bisnis Sepekan  | 11 Agustus 2003
Perang PLN dengan Pertamina?  | 26 Mei 2003
Bahaya Tabung Faber  | 19 Mei 2003
Tanggapan tentang Pertamina  | 12 Maret 2003
BP Migas Digugat Soal Kondensat  | 12 Mei 2003
Langkah Terakhir ke Cepu  | 12 Mei 2003
Subsidi Pertamina Seret | 27 September 2004
Dari Kilang sampai Pesawat  | 28 April 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Semarang Minta Pencabutan Sudsidi Minyak Ditunda
Pengadaan Tabung Gas 2008 Diminta Tanpa Impor
Elpiji Masih Langka di Sejumlah Daerah
Penjual Gas Minta Operasi Pasar
Pertamina Tetap Ingin Investasi di Natuna
Pertamina Kelola Sendiri Lapangan Minyaknya
Anggota DPR: Tutup Pompa Bensin Nakal
Saudi Aramco Bersedia Bangun Kilang Tuban
Dirut Pertamina: Jangan membuat Intrik
Daerah Minta Pertamina Serahkan Sumur Minyak Tua
> selengkapnya...

Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri

Website

PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132162 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data