|
Tahun Depan, Inflasi AS Bakal Turun
Sabtu, 23 Agustus 2008 | 12:07 WIB
TEMPO Interaktif, Washington: Pemimpin bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) Ben S. Bernanke mengatakan, inflasi Amerika Serikat akan menurun di akhir tahun ini dan 2009.
"Nilai tukar dolar yang membaik dan menurunnya harga barang-barang komoditas mendorong inflasi ke arah yang moderat," kata Bernanke dalam sebuah pidato pada konferensi tahunan The Fed di Wyoming, AS. The Fed, lanjut dia, berkomitmen menjaga harga-harga tetap stabil dengan melakukan langkah-langkah obyektif. Menurut Bernanke, tekanan suku-suku bunga acuan terhadap haraga-harga barang tidak signifikan. Bank sentral, pelaku pasar, dan otoritas keuangan, kata dia, bersepakat untuk memperbaiki regulasi yang ada untuk meminimalkan risiko bila kembali terjadi krisis keuangan dimasa depan. Hal senada dilakukan Bank Indonesia (BI). Menurut Gubernur BI Boediono, bank sentral akan memprioritaskan upaya stabilisasi harga untuk mengendalikan inflasi pada 2009. Tujuannya, supaya tingkat inflasi bisa diturunkan menjadi satu digit pada tahun depan. Menurut Boediono, stabilisasi harga merupakan sesuatu yang paling penting untuk dilakukan karena volatilitas harga-harga barang saat ini menjadi komponen terpenting pembentuk inflasi. "Pertumbuhan ekonomi cukup bagus, sekarang yang paling penting untuk dilakukan BI adalah membantu upaya stabilisasi harga," kata Boediono di gedung Bank Indonesia Jakarta, Jumat (22/8). Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi akan membaik yang didorong oleh pengeluaran untuk Pemilu 2009. Menurut dia, penyelenggaraan Pemilu akan menjaga tingkat permintaan terhadap barang-barang tetap tinggi sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, permintaan tinggi itu tidak akan berpengaruh signifikan bila tingkat ketersediaan barang rendah. Kekhawatiran kurangnya ketersediaan barang itu dipicu oleh kondisi infrastruktur yang kurang memadai seperti ketersediaan pasokan listrik dan sarana jalan. "Saat ini BI melakukan rapat kerja untuk menata sumber daya supaya siap menghadapi 2009," ujarnya. Boediono mengemukakan bahwa laju inflasi diperkirakan akan mencapai 6,5 - 7,5 persen pada pertengahan 2009 mendatang. Semua instrumen moneter dan perbankan, kata dia, akan digunakan untuk mencapai sasaran inflasi tersebut. Mengenai suku bunga acuan Bank Indonesia baik sampai akhir 2008 atau 2009, Boediono mengatakan belum bisa memastikan karena BI harus melihat situasi ekonomi dengan laju inflasi sebagai targetnya. "Kita lihat situasi dengan mengumpulkan informasi-informasi, setelah itu kita tentukan tahap demi tahap," katanya. Menurutnya, dengan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus saat ini, maka BI akan memfokuskan kebijakannya untuk mengendalikan inflasi. "Pertumbuhan kita masih bagus, jadi fokus kita adalah mengendalikan inflasi sebagai tujuan moneter,"ujar dia. EKO NOPIANSYAH | BLOOMBERG
INDEKS BERITA LAINNYA :
|