|
Presiden Prancis ke Afghanistan Setelah 10 Tentaranya Tewas
Rabu, 20 Agustus 2008 | 10:17 WIB
TEMPO Interaktif, Kabul: Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang terbang ke Afghanistan Rabu pagi bersumpah akan meneruskan misi Prancis setelah 10 tentaranya tewas dalam serangan mematikan terhadap pasukan internasional.
Sarkozy yang terbang bersama Menteri Pertahanan Herve Morin diharapkan bertemu 21 tentara Prancis lainnya yang terluka dalam pertempuran Senin dan Selasa.
Presiden Prancis juga akan bertemu Presiden Afghanistan Hamid Karzai sebelum kembali ke negaranya.
Sarkozy mengatakan dia akan terbang ke Afghanistan segera setelah munculnya berita tentang pertempuran yang berlokasi 50 kilometer di timur ibukota Kabul kemarin. Kunjungan ini untuk menunjukkan pada pasukan bahwa "Prancis bersama mereka," ujarnya. "Dalam perang melawan teroris, Prancis barus saja mendapatkan pukulan keras," tambahnya.
Serangan itu merupakan yang paling mematikan terhadap pasukan internasional yang melawan militan Afghanistan sejak perang yang dipimpin AS itu menjatuhkan rezim garis keras Taliban pada tahun 2001.
Korban itu juga yang paling mematikan bagi Prancis sejak serangan 1983 di Beirut yang menyebabkan 58 tentaranya tewas.
Namun Sarkozy menekankan bahwa Prancis akan meneruskan misinya di Afghanistan, di mana 3.000 tentaranya bergabung dalam International Security Assistance Force (ISAF) yang dipimpin NATO dan beranggotakan 40 ribu tentara dari hampir 40 negara.
"Prancis tetap berkomitmen untuk meneruskan perang melawan terorisme, untuk demokrasi dan kebebasan," ujarnya dalam pernyataan dari tempat berliburnya di French Riviera.
AFP/Erwin Z
INDEKS BERITA LAINNYA :
|