Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Pengusaha Pasang Kuda-kuda Hadapi PLN
Selasa, 19 Agustus 2008 | 19:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pelaku bisnis tak begitu saja disalahkan soal penghematan listrik. Mereka telah menyiapkan tim pengacara menanggapi Surat Edaran Perusahaan Listrik Negara tentang pengurangan beban listrik. Langkah PLN ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengusaha, karena mengandung konsekuensi hukum.

Dalam surat itu, pelanggan kalangan usaha seperti mal dan hotel, diminta menggunakan genset selama lima jam sebanyak dua kali dalam satu pekan. Sedangkan pelanggan perkantoran wajib mengurangi beban 100 persen pada hari kerja selama 24 jam sehari dalam sebulan.

Sanksi dari ketentuan yang mulai berlaku 25 Agustus nanti ini berupa pemadaman bila terjadi kekurangan pasokan pada sitem Jawa-Bali. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia, Stefanus Ridwan, dengan beredarnya surat itu penghematan jadi tidak dianggap karena PLN terus memaksa pengusaha menggunakan genset.

Ridwan mengatakan, bila pelaku bisnis bisa berhemat, seharusnya mereka tidak perlu lagi menggunakan genset. "Tapi sekarang PLN meminta kami berhemat dan juga memaksa penggunaan genset, PLN itu maunya apa, penghematan atau apa," ujar Ridwan.

Pelaku bisnis, kata Ridwan, setuju melakukan penghematan. Namun, kalau harus menggunakan genset dua kali dalam satu pekan pada beban puncak, mereka khawatir akan biayanya terlalu tinggi, "Biayanya dari ratusan juta hingga miliaran rupiah, siapa yang mau bayar," ujarnya. Selain itu, dengan penggunaan genset pelaku bisnis pun akan dikenai pajak dan PPn tambahan.

Pelaku bisnis mengancam akan mengadakan konferensi pers besar yang melibatkan semua asosiasi dan tim pengacara bila PLN tidak mengubah surat edaran itu. Ridwan juga mengatakan segera menghubungi PLN untuk menanyakan kelanjutan surat edaran tersebut.

Cornila Desyana


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Energi adalah Kekasih
DKI Kerahkan Pemantau Hemat Listrik
Anjuran Hemat Listrik Belum Berdampak
Imbauan Hemat Energi Cuma Isapan Jempol
Tahun 2009, Pejabat Purwakarta Wajib ke Kantor Naik Bus
Hari ini, PLN Gelar Lomba Menghemat Listrik
PLN Dapat Pinjaman Lagi untuk Proyek Listrik 10 Ribu Megawatt
Menteri Keuangan : PLN Perlu Lebih Responsif atas Kebutuhan Listrik
DKI Targetkan Hemat Energi 20 Persen
Heru Lelono Bantah Menekan Joko "Blue Energy"
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk131485 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data