Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Malaysia Peringatkan Singapura atas Pulau Sengketa
Senin, 18 Agustus 2008 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Kualalumpur: Malaysia hari ini mengeluarkan peringatan kepada Singapura atas klaim teritorialnya seputar kepulauan berbatu. Ini menjadi pertengkaran terbaru di antara kedua negara bertetangga itu.

Setelah dua dekade berseteru, Pengadilan Internasional bulan ini mengkonfirmasi kepemilikian Singapura atas Pedra Branca, atau dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, sementara menyerahkan pulau Middle Rocks di dekatnya kepada Malaysia.

Bulan lalu satu menteri Singapura mengatakan wilayah maritimnya di sekitar Pedra Branca diperluas hingga 12 mil laut dan mengkalaim zona ekonomi eksklusif (ZEE) di sekitar pulau itu, yang merupakan setengah dari luas lapangan sepak bola.

Hal itu berarti Malaysia akan memiliki akses terbatas ke perairan di sekitar Middle Rocks yang berada di dalam zona itu.

"Menteri Luar Negeri Singapura telah diperingatkan melalui surat protes bahwa apa yang dilakukan ini melawan semangat ASEAN dan struktur legal," kata Menteri Luar Negeri Rais Yatim, menurut kantor berita Bernama.

Dia dilaporkan telah memberitahu parlemen bahwa Malaysia telah mengeluarkan surat protes itu ke Singapura di sela-sela pertemuan ASEAN baru-baru ini.

"Apapun kondisinya, klaim Singapura atas 12 mil laut batas maritim mereka dan ZEE untuk Batu Puteh tidak dapat diterima dan tidak berdasar serta berlawanan dengan prinsip-prinsip hukum internasional," kata Rais.

"Aksi Singapura mendeklarasikan zona maritim dan ZEE di Batu Puterh sangat disesalkan," tambahnya.

Rais mengatakan pada wartawan bahwa kabinet telah memutuskan minggu lalu untuk menunjukkan kedaulatannya atas Middle Rocks dan kepulauan South , yang kedaulatannya belum diputuskan.

"Ini berarti kami harus mengibarkan Jalur Gemilang (bendera Malaysia) di dua kepulauan itu. Diskusi antara komite teknis SIngapura dan Malaysia akan diteruskan," katanya.

Kedaulatan Pedra Branca merupakan satu dari banyak isu bilateral yang telah menguji hubungan kedua negara bertetangga itu, yang telah memanas sejak Singapura meninggalkan Federasi Malaysia tahun 1965.

Malaysia mengatakan akan terus mencari bukti-bukti dalam kasus Pedra Branca, yang akan digunakan untuk meninjau ulang keputusan ICJ.

AFP/Erwin Z


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malaysia Tolak Kongres Anti Islam di Jerman
PM Malaysia Mendukung Tuduhan atas Anwar
Anwar Menuduh Pemerintah Melakukan Trik Kotor
Pencalonan Anwar Disambut Massa
Malaysia Operasi Pekerja Sabah
Perdana Menteri Malaysia Kembali Digoyang
Bos Petronas Hidup Mewah
Petronas Akan Buka Laporan Keuangan
Anwar Ibrahim Siapkan Pemilihan Sela di Perak
Abdullah Setuju Serahkan Kekuasaan ke Najib
> selengkapnya...

Referensi

Seberapa Besar

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk131350 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data