[an error occurred while processing this directive]

Wan Azizah Wan Ismail
“Kami Tidak Lagi Punya Ruang Bercakap”

Perjuangannya dimulai sejak ia memutuskan menerima pinangan Anwar Ibrahim, mantan deputi perdana menteri Malaysia. Wan Ismail, ayah Wan Azizah, yang juga pejabat intelijen kepolisian Malaysia, tidak menyetujui anak perempuannya menikah dengan Anwar yang saat itu dinilai sebagai seorang bekas aktivis mahasiswa yang cukup radikal. Namun Wan Azizah telah memantapkan pilihan.

Anwar telah mengenal dunia penjara lewat penerapan ISA (Internal Security Act) atau Akta Keamanan Dalam Negeri Malaysia. Lewat undang-undang yang sama pula sekarang Anwar mendekam di dalam penjara dan memaksa istrinya melanjutkan perjuangan reformasi melawan Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohamad.

Sejak suaminya ditangkap pada 1998 dengan tuduhan korupsi dan sodomi, Wan Azizah Wan Ismail berkeliling ke seluruh penjuru Malaysia mencari dukungan untuk gerakan reformasinya. Tidak cukup hanya di dalam negeri, ibu enam orang anak ini juga berkeliling ke luar negeri, termasuk Indonesia pada 1999.

Ophthalmologist (dokter spesialis mata) lulusan Dublin ini harus banting setir dari sekadar ibu rumah tangga dan istri seorang mantan pejabat tinggi menjadi politisi. Dia bersama rekan-rekannya kemudian mendirikan Partai Keadilan Nasional.

Tidak cukup itu ia pun bersama tokoh-tokoh oposisi Malaysia lainnya membentuk Barisan Alternatif untuk mengadang gerak langkah UMNO, partai yang berkuasa. “Kami tidak diberi ruang untuk menjawab dan membela diri,” ujarnya menggambarkan suasana berdemokrasi di Malaysia di bawah kekuasaan Mahathir yang telah bertahta selama 21 tahun.

Wartawan Tempo News Room, Budi Riza, mewawancarai pejuang reformasi negeri jiran ini pada hari ulang tahun suaminya, Anwar Ibrahim, 10 Agustus lalu. Percakapan melalui sambungan telepon Jakarta-Kuala Lumpur berlangsung hangat. Wan Azizah sempat kaget ketika Budi menitip selamat ulang tahun untuk Anwar. Ia kemudian bercerita soal upayanya mencari keadilan bagi sang suami, juga soal kondisi politik terakhir di Malaysia. Petikannya:


Hari ini suami Anda berulang tahun, apakah Anda menyiapkan acara khusus?
Ya, yang ke 55 tahun. Hari ini adalah hari kunjungan ke penjara. Dan anak-anak menyiapkan sebuah kejutan untuk ayah mereka di penjara. Tetapi tidak tahulah, apakah akan diizinkan dibawa masuk atau tidak. Ini adalah koleksi foto-foto lama yang telah diatur. Foto-foto bapaklah.

Pak Anwar ditahan di penjara kota Kuala Lumpur?

Di sungai Buluh. Ini adalah keluar sedikit dari Kuala Lumpur. Insya Allah dalam setengah jam sampai.

Bagaimana kesehatannya saat ini?

Ia tidak sehat, sebab pernah jatuh akibat pukulan kuat Rahim Noor, ketua polisi negara pada saat itu. Dan suami saya terpaksa memakai kursi roda. Ia memang makan obat. Kalau tidak, pasti kesakitan. Tapi, obat itu ada efek sampingnya. Bengkak-bengkak kaki, bengkak-bengkak tangan. Sudah dibawa ke rumah sakit dan dokter menganjurkan pembedahan. Namun cara ini memang ada resikonya. (Karena itu) kami memilih jalan yang resikonya lebih kecil. Tetapi itu hanya bisa didapat di luar negeri. Susahnya, pihak kerajaan tidak memberi izin kepada suami saya untuk berobat keluar negeri, walaupun tidak ada undang-undang yang menyekat Pak Anwar untuk keluar.
Sesungguhnya, Lembaga Suruhan Jaya Hak Asasi Manusia Malaysia (semacam Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Indonesia, red.) telah menyatakan bahwa adalah hak saudara Anwar untuk memilih cara pembedahan, cara perawatan pilihan beliau. Namun pihak kerajaan berkeras dan tidak mau memberi pilihan ini.

Beberapa hari lalu, Ketua Pemuda Keadilan Mohd. Ezam (Organisasi Kepemudaan Partai Keadilan Nasional) divonis penjara dua tahun karena dinilai membocorkan rahasia negara. Tanggapan Anda?

Memang itu adalah satu penganiayaan, suatu kezaliman menjatuhkan hukuman atas orang yang mencoba mendedahkan (membeberkan, red.) penyelewengan orang yang berkuasa. Namun dia yang menjadi mangsa dan dipenjarakan. Memang ada perasaan marah. Namun di Malaysia ini disebabkan ketatnya pengawalan dan segala macam sekatan-sekatan tapi tidak tampak, seperti (pepatah) air tenang jangan disangka tidak bahaya. Yang jelas, ada protes kuat dari kalangan pemuda.

Apakah menurut Anda, hasil keputusan pengadilan ini ada intervensi dari penguasa?

Memang kalau dokumen itu telah dicap rahasia resmi, pendedahan itu adalah suatu kesalahan. Tapi Pak Ezam mengatakan dalam hujahnya, kertas dokumen yang dicap rahasia itu tidak mengikutsertakan asas moral. Jadi apa salah mendedahkan itu? Sekarang kami hendak lihat kalau file yang didedahkan itu legitimate (benar isinya—soal penyelidikan korupsi atas diri seorang menteri ekonomi Malaysia, red.) maka juga (harusnya) didakwa orang-orang yang telah dituduh dalam dokumen itu. Dulu tuduhan ini hanya membawa denda MR 1000—1500 saja atau hukuman penjara satu tahun. Tetapi Pak Ezam dikenakan dua tahun. Ini nyata untuk menyekat potensi pak Ezam sebagai calon dalam pilihan raya (pemilu, red.).

Apa yang dialami Ezam mirip dengan suami Anda?

Ini cara menggunakan institusi kehakiman untuk mengurung seseorang. Memang ada banyak cara untuk itu. (Penangkapan) Pak Ezam juga menggunakan proses mahkamah atas akta ISA (akta keamanan nasional, red.) Ustadz Badrul, Badrul Amin, Lukmanul Adam, Tian Chua dimasukkan dalam penjara atas alasan akta keselamatan-lah.

Tanggal 9 Agustus lalu, Anwar Ibrahim mengajukan banding atas vonis dalam kasus tuduhan korupsi. Melihat kuatnya intervensi penguasa atas jalannya proses pengadilan, seperti Anda jelaskan, apakah Anda optimis dengan hasilnya?

(Terdengar tarikan napas) Hhm, Ya Allah. Tidak lagi. Tapi kami lakukan ini untuk mendapatkan pendedahan. Sebab kalau tidak begitu, tidak ada lagi avenue (jalur) bagi kami untuk menyuarakan apa yang tertutup. Ini avenue bagi Pak Anwar dan pembela untuk membela diri. Kalau kami tidak mengambil proses ini, maka kasusnya akan ditutup begitu saja.

Bulan Oktober nanti pemerintah Anda berencana mempercepat pemilihan.

Mungkin cepat atau lambat. Sebab mereka (pemerintah) saat ini sedang berupaya meningkatkan lagi jumlah kursi-kursi di parlemen. Tampaknya ini menguntungkan pihak penguasa. Sebab di tempat mereka kuat ditambahkan lagi kursi, sementara di tempat yang dikuasai oposisi tidak satu kursipun ditambah.

Bagaimana persiapan partai Anda, Partai Keadilan Nasional, menghadapi pemilu dipercepat ini?

Alhamdulillah. Tapi banyak sekatan-sekatan. Setiap kali aktivitas hendak dibuat secara sah sesuai undang-undang Malaysia sendiri, (aktivitas itu) tidak dibenarkan. Izin tidak dapat. Rumah-rumah pribadi akan didatangi oleh pihak polis spesial branch, tanya-tanya. Membuat suatu gambaran mereka melakukan sesuatu yang tidak disenangi. Menakut-nakuti.

Beberapa pihak menilai Mahathir cukup berhasil membawa Malaysia keluar dari krisis ekonomi. Anda sependapat?

Sebab (ia) menggunakan dana-dana awam (masyarakat) untuk merangsang ekonomi dalam negeri. Tapi tidak ada dari Foreign Direct Investment. Ada, tapi tidak besar. Dengan kebangkitan ekonomi Cina, banyak (pengusaha) yang pindah ke tempat yang lebih murah tenaga kerjanya. Tampak macam ada pemulihan, tetapi secara terperinci dan menyeluruh mungkin tidak. Kita tunggu saja. Kalau pulih Alhamdulillah. (Jika tidak) kami perlu kerja lebih keras lagi. Habislah dana-dana awam yang telah digunakan. Termasuk tabungan haji, uang pensiun, uang simpanan pekerja.

PM Mahathir juga menandatangani akta anti-teroris dengan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Menlu Collin Powell juga datang ke Malaysia. Sementara Anda pernah mengkritik bahwa hal ini bisa digunakan Mahathir untuk menindas oposisi di Malaysia?

Hmm tidak macam itu. Ketika Menlu Collin Powell datang, saya telah diundang untuk bertemu tapi tidak bisa karena Menlu terpaksa bertemu dengan Menlu Ghana yang ada di Malaysia (saat itu). Saya berjumpa dengan James A. Kelly (pembantu Menlu Collin Powell, red.). Mereka menanyakan keadaan Pak Anwar dan lima orang yang jadi tahanan politik.
Kalau kita lihat lagi peristiwa 11 September, ini memang bisa menjadi alasan bagus bagi pihak penguasa untuk menangkap dan menakut-nakuti (masyarakat) atas alasan terorisme, atas alasan keganasan ekstrimisme, fanatisme untuk menangkap pihak yang menggunakan jalur demokrasi melalui partai politik.
Dalam pertemuan itu kami jelaskan bahwa kami sama, menentang terorisme. Kita tidak berlainan dalam hal ini. Tidak. Kami ikut menentang, mengutuk keganasan. Pada saat yang sama kami juga simpati dengan pihak Palestina, yang terpaksa berhadapan dengan keganasan state (Israel). Ini telah kami nyatakan juga, dulu. Tapi setelah bertemu kembali kami ulangi, kami cakapkan. Kami menentang teroris.
Dengan alasan itu kami melihat, janganlah hal ini (kerjasama antiteroris) digunakan untuk men-judge lagi pihak pembangkang (oposisi, red.). Kami tidak lagi punya ruang bercakap, menulis, televisi, ruang dalam media massa.

Dalam penilaian pribadi, apakah sekarang ini sikap penguasa negeri Anda semakin baik atau sebaliknya?

Waah, makin terus. Kami lihat sekarang ini tidak ada kelonggaran bersuara. Tidak hanya itu, liputan yang diberikan adalah untuk memburuk-burukkan pembangkang (oposisi). Kami lihat media massa digunakan untuk propaganda-propaganda pihak penguasa. Memberikan suatu citra buruk tentang kami. (Sementara) kami tidak diberi ruang untuk menjawab dan membela diri.

Sampai sekarang berapa orang dari pihak oposisi yang telah ditangkap pemerintah Anda?

Pada pihak kami (Partai Keadilan Nasional, red.) ada Pak Anwar dan lima orang lainnya, termasuk ketua pemuda. Semuanya dengan penerapan ISA ada 62 orang yang ditahan.

Lalu strategi apa yang digunakan oposisi untuk menghadapi tekanan penguasa?

Kami sekarang ini tidak memperlihatkan perlawanan. Kalau kami memperlihatkan, mereka akan gunakan segala bentuk kuasa. Kalau anak muda ikut kegiatan UMNO tidak apa-apa, tapi kalau ikut kegiatan pembangkang akan dikenakan tindakan disiplin, tata tertib. Kami (terpaksa) menggunakan kegiatan yang tidak menonjol, seperti pendidikan, dari mulut ke mulut. Kalau ada risalah-risalah tanpa izin, ya disitalah.

Dalam rapat UMNO beberapa waktu lalu, Mahathir menyatakan pengunduran dirinya, bahkan hingga menangis. Anda percaya dengan hal itu?

Kami lihat ada yang tampak genuine (murni) seperti tangisan terisak-isak. Begitu dramatis. Saya juga ditanya James Kelly mengenai hal itu. Saya mengatakan bahwa Pak Mahathir telah mengatakan bahwa dia akan berhenti banyak kali. Dulunya Pak Musa Hitam, Pak Ghafar, Pak Anwar. Sekarang ini Pak Abdullah (Abdullah Badawi, red.). Pak Mahathir memberi Pak Anwar dua bulan untuk memangku kursi Perdana Menteri, (tapi kemudian Anwar) dibuangya. Kemungkinan inipun probation. Dia (Abdullah Badawi) akan (mendapat masa percobaan) 16 bulan.

Jadi Anda melihat hal ini sebagai upaya untuk memperkokoh kedudukan Mahathir?

Tak tahu juga. Karena di dalam UMNO juga ada persaingan. Pak Mahathir ada menyebut nama Najib. Kami melihat macam percaturan itu berlaku. Kami di luar ini melihat sajalah. Saya tak bisa mengatakan dengan pasti.

Bagaimana rakyat Malaysia melihat hal ini? Apakah mereka menginginkan pergantian kepemimpinan nasional?

Mereka (rakyat Malaysia), mungkin (menganggap) 21 tahun itu sudah lama (ia tertawa, red.). Mereka melihat. Dan rakyat Malaysia kebanyakan mungkin caranya calm (tenang, red.), tidak menunjukkan banyak emosi. Saya kira kita tunggu dan lihat. Walaupun dalam penantian. Banyak yang mengatakan mereka masih lagi menunggu Pak Anwar keluar sebagai pemimpin. Saya diberitahu untuk jangan bimbang, jangan risau, teruskan. Hang on.

Sebagai Presiden Partai Keadilan Nasional, bagaimana Anda melihat kepemimpinan Mahathir?

Pemerataan kemakmuran itu ada juga, meski sedikit, tidak banyak. Kami mengakui ada yang telah diperbuatnya, tapi dicemari dengan bagaimana institusi-institusi tidak bebas, dan rakyatpun terbelenggu. Ketakutan. Hendak berpikir banyak-banyak tidak boleh, tidak dibenarkan. Ini tak boleh, itu tak boleh. Misalnya saja pihak universitas, mestinya mereka memiliki pemikiran meluas, banyak perdebatan. Tapi kami tak boleh. Ini seperti kita membangun gedung, tapi manusia di dalamnya justru hancur.

Menurut Anda dan pihak oposisi, apakah sebaiknya PM Mahathir diganti pada pemilu berikutnya?

Kalau kami diberi peluang. Apa yang kami mau adalah reformasi. Melihat keadaan Malaysia ini ada baiknya. Tetapi melihat yang buruk seperti penyalahgunaan kekuasaan, pencemaran alam, pendidikan yang kurang baik, melihat yang macam ini bolehlah kami tukar (tertawa).

Menurut Anda, siapa yang pantas menggantikan Mahathir?

Pak Anwar (Anwar Ibrahim, red.).

Kalau Pak Abdullah Badawi?

Ooh, ya kita lihat dululah bagaimana Pak Mahathir memberi ruang selama 16 bulan ini.

Sebagai tokoh pembangkang di Malaysia, seorang ibu dan juga istri, apakah Anda merasa dendam atas perlakuan Pak Mahathir terhadap suami Anda?

Tak boleh dendam. Sedih itu ada. Dendam itu balasannya hanya kepada Allah. Itu bisa membuat pemikiran tidak obyektif. (Saya) tidak memikirkan balas dendam. Seperti rasululah ketika memasuki kota Mekkah, dalam kemenangan justru mengampunkan. Kita hidup ini hanya untuk bertakwa dan mendapat keridhaan Allah. Ini patut menjadi apa yang kita pegang.

Bagaimana Anda bisa terus bertahan dengan cobaan hidup yang cukup berat?

Kami lihat kepada pengalaman. Apa kata istilah pangkat dan derajat itu hanya sementara. Mungkin ini ujian bagi kami. Kalau saya pikirkan seperti saya kehilangan ini, saya kehilangan itu, wah tidak begitu pula. Apa yang ada adalah pemberian Allah. Bersyukurlah dan nanti Allah akan tambah. Mungkin Dia ambil yang ini kemudian Dia berikan yang lain. Itu yang saya pikirkan untuk menjadi pedoman dalam hidup ini.

Bagaimana sikap anak-anak menjalani hal ini?

Alhamdulillah mereka tabah. Life goes on. Mereka menjalani pengorbanan ini bersama-sama. Memang ada rasa kehilangan. Seperti hari ini melihat foto-foto lama. Yang penting adalah bahwa bapak mereka seorang pejuang. Itu yang membuat mereka tabah.

[an error occurred while processing this directive]