[an error occurred while processing this directive]

Prof Baruch Kimmerling
Kejahatan Perang Israel

Profesor Kimmerling adalah satu dari segelintir intelektual Yahudi yang menolak cara-cara Israel memperlakukan Palestina. Pengajar di Departemen Sosiologi dan Anthropology Universitas Hebrew di Jerusalem menuduh pemerintah Israel dan sebagian besar rakyatnya bersifat fasis. Penulis beberapa buah buku tentang Palestina dan Israel ini mengemukakan pandangannya secara tertulis kepada Budi Riza dari TEMPO News Room pertengahan April lalu. Petikannya:


Sebagai salah satu korban kekejaman Nazi dalam PD II, mengapa bangsa Yahudi terutama di Israel memperlakukan bangsa Palestina sama kejamnya seperti perlakuan Nazi?
Alasan utama penggunaan kekuatan militer secara brutal dan berlebihan oleh bangsa Yahudi terutama berakar dalam kekhawatiran dasar mereka akan eksistensi mereka di tengah-tengah ratusan juta orang Arab dan umat Islam di daerah itu dan wilayah dunia lainnya, seperti Indonesia.
Ini merupakan konflik sekitar 100 tahun, dan saya merasa sangat prihatin terhadap kejahatan yang kedua pihak lakukan. Masing-masing orang Yahudi memiliki kesimpulan yang berbeda dari horor holochaus: sebagian mereka (seperti saya) menyimpulkan bahwa bangsa Yahudi justru harus menjadi garda terdepan dalam membela kemanusiaan di dunia.
Sebagian lainnya mempelajari dari kejadian holochaus bahwa bangsa Yahudi harus menjadi kuat bahkan kejam terhadap bangsa non Yahudi dalam upaya mencegah terjadinya pengulangan musibah itu. Saya dan banyak orang Yahudi di Israel lainnya, sangat mempercayai bahwa yang kedua itu merupakan kesimpulan yang sangat salah dan sangat berbahaya bagi Israel.

Mengapa sangat sulit bagi orang Yahudi di Israel, terutama pihak pemerintahnya, untuk menyadari bahwa bangsa Palestina juga manusia dan memiliki keinginan yang sama untuk merdeka dan dihargai seperti bangsa-bangsa lainnya di dunia?

Bukannya bangsa Yahudi Israel tidak menyadari bahwa bangsa Palestina adalah manusia. Hanya sekelompok kecil minoritas politisi Yahudi dan terutama para pemimpin agama yang mencoba untuk menganggap bangsa Palestina bukan manusia. Isu ini dilihat justru dari cara yang sangat berbeda: "Siapa yang akan bertahan dan menguasai seluruh wilayah "kami (bangsa Yahudi) atau mereka (bangsa Arab Palestina, Muslim dan Kristen). Oleh karena itu solusi satu-satunya ialah pemisahan negara (seperti halnya yang terjadi di India pada tahun 1948). Konflik sekarang ini justru sebenarnya merupakan bagian proses tawar-menawar untuk memasuki proses perjanjian pemisahan final nantinya.

Apakah ide untuk membangun Israel Raya (The Greater Israel) masih diyakini dan dicoba terapkan oleh banyak politisi Yahudi dan para pendukungnya?

Tidak juga. Israel memiliki budaya politik dan kebijakan yang heterogen. "Israel Raya" terutama merupakan istilah kelompok kanan (seperti istilah Darul Islam). Sekarang ini, menurut penelitian sosial dan poling pendapat umum, kurang dari 20% dari seluruh populasi Yahudi mendukung ide tersebut. Di balik penolakan ide ini ialah alasan yang bersifat pragmatis. Aneksasi teritori Palestina yang dikuasai setelah perang tahun 1967, akan mengubah Israel menjadi negara Yahudi-Arab dengan dua nasionalitas (bi-national).
Bangsa Yahudi dan bangsa Palestina keduanya menginginkan negara sendiri-sendiri. Jika pada perang tahun 1948 tindakan pembersihan etnis bangsa Palestina mungkin dilakukan, maka hari ini tidak. Sebagian besar bangsa Yahudi Israel menyadari akan hal ini dan kesia-sian ide "Israel Raya".

Pemerintah Israel selalu mengangap dirinya (dan juga bangsa Yahudi) sebagai korban ketika terjadi konflik yang meningkat dengan Bangsa Palestina. Namun bukankah mereka yang memiliki senjata yang lebih banyak (jauh lebih banyak) seperti senjata nuklir, tank, pesawat tempur dan tentara yang terlatih serta senjata canggih lainnya. Mereka juga yang lebih banyak membunuh, bukan bangsa Palestina, yang hanya menggunakan anak-anak kecil dengan batu, senjata ringan, dan terkadang bom manusia?

Benar, itu benar. Namun kelemahan bangsa Palestina juga merupakan kekuatannya. Israel tidak memiliki jawaban strategis yang memadai untuk melawan determinasi para pelaku bom bunuh diri yang sangat melukai populasi sipil dan menyebabkan rasa ketakutan yang kuat dan kemarahan di tengah-tengah populasi sipil Israel. Ini merupakan tindakan teror yang tak pandang bulu yang menurunkan kekuatan Israel kelompok pecinta damai, yang berjuang di dalam Israel untuk rekonsiliasi Yahudi-Arab dan perdamaian bagi kedua belah pihak, dengan solusi yang saling menguntungkan.

Dalam upayanya melawan para pejuang Palestina, tentara Israel sering melakukan tindakan pelanggaran HAM bangsa Palestina (kaum perempuan, anak-anak dan para manula) di bawah sorot kamera media dunia. Bagaimana hal ini bisa dilakukan, sementara situasi yang sebaliknya (Jika bangsa Palestina yang melakukan) akan langsung dihentikan oleh PBB, Amerika, Inggris?

Ya, beberapa tindakan militer Israel tak terbantah dapat dikategorikan sebagai tindakan kejahatan perang. Amerika sendiri melakukan kejahatan perang di Afghanistan, dan operasi militer Israel sekarang ini dianggap oleh Amerika sebagai bagian dari "perang melawan teror" yang berkaitan dengan peristiwa 11 September. Inggris sekarang ini tidak lagi memiliki pengaruh di wilayah ini (wilayah konflik Israel-Palestina). Sebagai seorang Yahudi dan tokoh intelektual, bagaimana perasaan Anda melihat tindakan kesewenangan yang absolut ini?
Saya benar-benar merasa sangat takut. Rekan-rekan saya di kampus dan saya sedang berjuang untuk mengurangi dan mengurangi horor ini. Saya berharap akan berhasil.

Benarkah bahwa agama (sudut pandang Talmud-kitab fikih orang Yahudi) tidak memiliki pengaruh dalam terjadinya tindakan pendudukan, sementara simbol-simbol agama digunakan dan diselewengkan secara luas (contoh: Yahudi adalah Bangsa Terpilih, Tanah Pendudukan Adalah Milik Bangsa Yahudi)?

Setiap teks Talmud merupakan bahan interpretasi, tergantung pada pandangan dasar dari orang yang menterjemahkan. Bukankah sama halnya dengan Al Qur'an dan Al Hadith?

Apakah ada kelompok di Israel yang dapat diajak berbicara untuk mencapai perdamaian karena kelompok kanan dan kiri sejauh ini sudah gagal untuk mencapai perdamaian dengan bangsa Palestina? Atau apakah Yasser Arafat (PLO) yang seharusnya diganti?

Kepemimpinan kedua pihak bersifat anakronistik dan seharusnya diganti. Namun bukan peran Israel untuk mengganti Arafat. Peran kami (rakyat Israel) untuk mengganti Ariel Sharon.

Mengapa orang-orang baik di Israel tidak melakukan aksi demonstrasi di negara Anda untuk mengutuk pembunuhan para ibu, anak-anak dan orang-orang tak bersalah bangsa Palestina oleh IDF (Israel Defense Force/ TNI-nya Israel) Bagaimana dengan kaum intellektual di sana?

Kami melakukan demonstrasi. Namun jumlahnya tidak besar dan tidak cukup dilakukan. Sebagian besar masyarakat Yahudi Israel sangat marah atas tindakan teroris bangsa Palestina yang terjadi di dalam Israel. Banyak kaum intellektual-namun tidak cukup memang, berteriak secara keras mengenai hal ini.

Apakah Anda melihat bahwa tindakan invasi militer yang sekarang ini sedang dilakukan militer Israel merupakan tindakan balasan terhadap apa yang terjadi di New York (Gedung WTC merupakan simbol hegemoni ekonomi Yahudi)?

Hegemoni ekonomi Yahudi merupakan mitos anti-semit. Namun benar, bangsa Yahudi memiliki pengaruh politis yang cukup kuat di Amerika. Saya sendiri tidak tahu apa yang menjadi tujuan para penyerang WTC dan apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Orang memiliki kecenderungan untuk mempercayai keyakinan-keyakinan yang aneh.

Bagaimana perdamaian dapat dicapai ketika pendekatan militer begitu diyakini dan digunakan?

Kedua pihak tidak berada dalam situasi menang. Setelah beberapa tindakan saling merusak, sebuah pemukiman tidak terelakkan.

Apa yang dapat dilakukan oleh umat Islam dunia (umat Islam Indonesia), menurut Anda, untuk membantu menyelesaikan konflik yang sangat serius ini?

Dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi bangsa Palestina dan di masa depan membantu pelaksanaan proyek rehabilitasi kamp-kamp pengungsi, sebagai bagian upaya Internasional.

Apa pendapat Anda mengenai rencana umat Islam di Indonesia untuk mengirimkan sukarelawan Jihad untuk membantu bangsa Palestina yang sudah hampir kalah ini?

Saya dapat memahami rasa solidaritas mereka. Namun tindakan itu tidak realistis, juga berbahaya bagi setiap solusi perdamaian. Tindakan itu dapat menyebabkan sebuah perang regional di wilayah ini. ***

[an error occurred while processing this directive]