[an error occurred while processing this directive]

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Abdul Mu’ti
Jangan Jadi Stempel Calon Presiden

Abdul Mu'ti mencuat sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah. Pada Muktamar ke-12 Pemuda Muhammadiyah, di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, 7-10 Juni, dia mengalahkan kandidat lain seperti Suyoto dan Nadjamuddin Ramli, yang disebut-sebut berafiliasi dengan Partai Amanat Nasional pimpinan Amien Rais.

Perhelatan itu juga mencatat isu penting, yakni hilangnya nama Amien Rais dalam butir rekomendasi. Semula Komisi C, yang menggodok rekomendasi itu, sepakat mendukung Amien sebagai kader terbaik Muhammadiyah untuk dicalonkan presiden periode 2004-2009. Tapi, dalam sidang pleno, tiba-tiba nama Amien rahib meski dengan rumusan kalimat yang sama. Perdebatan pun mencuat seru: barisan yang pro-penghilangan itu dengan mereka yang sejak awal ingin menggolkan Amien sebagai calon presiden dari Muhammadiyah.

Apa yang terjadi dengan Pemuda Muhammdiyah? Bagaimana pandangan warga Muhammadiyah terhadap Amien? Bagaimana Mu'ti membawa organisasi itu berjalan ke depan sebagai organisasi modernis Islam? Apa yang menjadi visinya? Bukankah ada tolak-tarik antara mereka yang meniti karir politik di PAN, sedang lainnya terjun ke partai politik lain seperti Golkar dan parpol lain yang berhaluan Islam? Berikut wawancara reporter Tempo News Room Sunudyantoro dengan Abdul Mu'ti usai dirinya terpilih.

Mu'ti disebut-sebut sebagai sosok independen, diantara godaan partai-partai politik saat ini. Namanya benar-benar menguat beberapa jam sebelum pemungutan suara, Rabu (10/7) dini hari. Sehari-hari, ia bekerja sebagai dosen Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nasional (IAIN) Walisongo, Semarang. Ia pernah sekolah di Australia dan terpilih sebagai Presiden Islamic Assciation. Sejumlah buku juga telah lahir dari tulisan tangannya. Sebelumnya, Mu'ti menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah.


Bagaimana Anda menjaga independensi Pemuda Muhammadiyah, terutama terhadap Partai Amanat Nasional?
Itu persoalan sulit. Saya akan mencoba secara proporsional mengembangkan independensi Pemuda Muhammadiyah. Mengapa sulit? Karena ada hubungan emosional yang cukup dekat antara Muhammadiyah dan PAN karena faktor Pak Amien. Beliau adalah salah seorang kader terbaik Muhammadiyah. Secara kelembagaan, kami akan memberi ruang bagi perbedaan pilihan. Sekalipun secara pribadi, kami juga memberikan penghargaan dan dorongan agar secara aktif terlibat dalam proses-proses politik.

Apa bentuk konkrit untuk dorongan aktif itu?

Saya kira, ketika ada mekanisme-mekanisme politik yang harus dilakukan, warga Muhammadiyah memang harus memberikan kontribusi yang signifikan.

Termasuk merekomendasi Amien Rais sebagai calon presiden di 2004?

Soal rekomendasi itu mungkin akan kami lihat dan lakukan dengan cara yang sebaik-baiknya, sehingga tidak ada kesan engineering. Jika ada rekayasa, berati organisasi Pemuda Muhammadiyah telah digiring ke politik praktis. Tapi, saya kira semua warga Muhammadiyah memang in favour dengan Pak Amien.

Jadi, Pemuda Muhammadiyah tetap mendorong Amien sebagai presiden?

Sekali lagi, mayoritas warga Muhammadiyah sangat mencintai Pak Amien. Ia adalah matahari Muhammadiyah. Ia idola semua warga Muhammadiyah. Tapi, paling tidak, ketika ada rekomendasi, itu sifatnya lebih merupakan pemberian ruang. Pada akhirnnya, ketika individu itu memberi pilihan, silahkan atas nama individu. Tetapi, secara kelembagaan, Pemuda Muhammadiyah jangan memberi stempel.

Tapi, bagaimana membedakan anda sebagai individu dan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah?

Saya, kira harus dibedakan. Ketika saya makan di warung, maka saya sebagai Mu'ti, bukan sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah.

Bukankah Pengurus Pusat Muhamamdiyah sudah memberikan semacam lampu hijau bagi pencalonan Amien Rais sebagai presiden?

Itu harus dibicarakan secara kritis. Sampai saat ini, semuanya kan belum clear. Apakah pemilihan dilakukan secara langsung atau tidak? Lagi pula, PP Muhammadiyah belum membentuk tim. Belum lagi kalau nanti Sidang Tahunan MPR deadlock. Itu adalah kemungkinan-kemungkinan yang dalam waktu dekat harus kami lihat. Kami tidak akan memberikan statement tanpa melihat kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Dalam Muhammadiyah, ada tradisi tawassauw bil haq dan tawassauw bi alshabr. Kami akan mendukung seseorang sepanjang orang itu betul. Dan kami akan memberi nasihat jika orang itu memang telah berbuat kesalahan.

Apakah itu berarti Pemuda Muhammadiyah juga tidak akan mendorong Amien Rais sebagai presiden?

Kami ini bukan lembaga politik. Presiden itu jabatan yang sangat signifikan muatan politiknya. Jika kami melakukan itu, harus melalui pengkajian yang mendalam. Di Muhammadiyah itu, apa-apa harus dibicarakan bersama. Tidak bisa seorang pimpinan ke mana-mana bicara, tanpa sepengetahuan atau persetujuan tim yang lain.

Rekomendasi politik di Muktamar ke-12 Pemuda Muhamamdiyah, ada yang sama dengan sikap politik PAN. Misal, soal amandemen kontitusi dan pemilihan presiden secara langsung...

Ok, ketika sebuah keputusan ditetapkan, ada langkah yang harus kami lakukan. Keputusn itu prioritasnya pada bagian yang mana. Dan, bagaimana kami melakukan itu? Muktamar kan hanya memberi rekomendasi. Apa program dan bagaimana strateginya, harus kami bicarakan dengan serius dan kritis.

Poisisi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah jadi jalan mulus untuk duduk di legistalif dan jabatan politis lain. Anda akan seperti itu?

Jalan seperti itu sudah saya tutup. Karena saya telah memilih dunia akademik. Insya Allah, saya tidak memanfaatkan posisi saya ini untuk jabatan politik praktis. Saya akan memilih jalur intelektual dan akademik.

Tapi, dalam muktamar, ada kesan jabatan itu jadi rebutan?

Itulah yang akan kami jawab. Kami akan memilih peradigma pencerahan. Munculnya orientasi figur adalah kenyataan, bagian dari kelemahan Pemuda Muhammadiyah. Kalau orientasinya adalah enlightment, maka saya kira posisi itu hanyalah bagian dari amanah yang harus kami laksanakan bersama. Bukan untuk meraih posisi-posisi tertentu di birokrasi atau pun legislatif.

Cara Anda merangkul kader-kader Pemuda Muhammadiyah di luar PAN?

Itulah yang saya sebut bahwa kami ini harus memberi ruang kepada kader Pemuda Muhammadiyah untuk memilih politik sebagai jalan karier. Kalau kita bicara politik, sikap Muhammadiyah tidak memihak ke satu partai.

Ada kritik, Pemuda Muhamamdiyah sebagai gerakan pembaharu mengalami kemandekan?

Dalam beberapa bagian, iya. Karena itulah kami berupaya mengembangkan intellectual development dengan beberapa kajian. Juga menghidupkan kembali tradisi-tradisi atau semangat keagamaan di Pemuda Muhammadiyah.

Bentuk konkretnya?

Selama ini suasana keagamaan itu tidak cukup kuat di kalangan Pemuda Muhammadiyah. Saya kira, nuansa keagamaan itu harus dimunculkan. Pemuda Muhammadiyah itu sense of politic-nya lebih tinggi.

[an error occurred while processing this directive]