[an error occurred while processing this directive]
Neil Mules:
HUBUNGAN Indonesia dan Australia seperti dua orang berpacaran. Ada masa mesra, ada saat hubungan keduanya mendingin. Kondisi ini juga terjadi ketika peristiwa bom Bali meledak, dan periode sesudahnya.
Ketika akibat bom di Sari Club, Legian, Kuta, Bali terjadi pertengahan Oktober lalu, dan banyak jatuh korban dari warga Australia, banyak simpati dari pemerintah Jakarta dan anggota masyarakat Indonesia diberikan kepada negeri Kanguru itu. Meski Indonesia sendiri ikut menjadi korban dari peristiwa yang sama. Ketika itu, seolah ada perasaan empati yang tumbuh terutama dari warga Indonesia kepada bangsa negara tetangga di selatan itu.
Namun belakangan situasinya berubah. Banyak kalangan di Indonesia marah kepada pemerintah Canberra. Ini akibat penggerebegan aparat kepolisian dan intelijen Australia terhadap sejumlah warga negara Indonesia di negara itu. Operasi yang mereka lakukan dinilai berlebihan, sebab mereka melakukannya dengan keras –misalnya dilakukan pada malam hari-- dan dengan senjata lengkap. Padahal mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata.
Seperti apa sesungguhnya sikap Australia terhadap peristiwa bom Bali? Bagaimana pula hubungan kedua negara di masa datang? Untuk menjawab ini, wartawan Budi Riza dan fotografer Budi Yanto dari Tempo News Room mewawancarai Kuasa Usaha Kedutaan Australia untuk Indonesia, Neil Mules, Rabu pekan lalu.
Sejak kepulangan Ric Smith, mantan duta besar Australia untuk Indonesia, ke negeranya pada 31 Oktober, Mules memegang kendali kegiatan operasi Kedutaan Australia di Indonesia hingga terpilihnya duta besar baru. Ia sendiri bukan diplomat baru bagi Indonesia. Sebelumnya ia pernah bertugas di Indonesia pada 1990. Sebagai diplomat, pengalamannya di bidang diplomasi terbilang tidak sedikit. Ia pernah bertugas di berbagai negara dunia ketiga seperti. Vietnam, Zimbabwe, Turki dan Brasilia.
Ditemani atase pers Kedutaan, Kirk Coningham, Mules dengan santai menjawab berbagai pertanyaan Tempo News Room di pinggir kolam renang yang terletak di bagian belakang kedutaan itu di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Petikannya.
Warga negara Indonesia yang menjadi sasaran penggerebekan itu adalah masyarakat sipil, tapi polisi dan dan aparat intelijen Australia menggunakan senjata semi otomatis. Ini memberi kesan berlebihan?
Tetap saja operasi itu menimbulkan sentimen tertentu ...
Pada awal peristiwa Bali banyak masyarakat Indonesia yang bersimpati kepada Australia. Namun setelah penggerebekan, simpati itu cenderung berkurang. Bahkan muncul protes. Tidakkah penggerebekan itu menjadi langkah kontraproduktif? Setelah penggerebekan, tidak satu pun WNI yang ditangkap polisi Australia dengan tuduhan terlibat apa yang disebut sebagai Jamaah Islamiyah. Ini menimbulkan dugaan, sejak awal aparat Australia menggerebek tanpa adanya bukti. Tapi, penggerebekan yang dramatis tanpa diikuti adanya pihak yang ditangkap telah menimbulkan penilaian aparat kepolisian dan intelijen Anda melakukan langkah spekulasi dalam operasi itu. Perdana Menteri John Howard yang mendukung penuh penggerebekan itu menuai protes dari beberapa politisi Partai Buruh Australia bahwa ia menunjukkan sikap anti-perbedaan budaya. Betulkah demikian? Anda ingin mengatakan bahwa kritik itu tidak mendasar? Apakah ada perbaikan cara dalam operasi keamanan di Australia setelah penggerebekan itu? Warga negara Indonesia yang mengalami penggerebekan merasa sangat kecewa bahkan marah atas perlakuan itu. Apakah mereka dapat meminta pertanggung jawaban pemerintah Australia secara hukum? Dalam sebuah wawancara dengan Tempo News Room, Paul Keating, mantan Perdana Menteri Australia, mengatakan bahwa perang terhadap terorisme harus berpedoman pada penghormatan hak asasi manusia. Anda setuju dengan pernyataan ini? Beberapa waktu lalu, kami mendengar ada rencana pemerintah Australia untuk membuka kantor intelijen di Indonesia. Rencana ini menimbulkan protes di sini karena dinilai melanggar kedaulatan Indonesia. Bagaimana Komentar Anda?
Media Australia menyebut, pemerintah Anda berniat membuka kerja sama dengan Kopassus untuk menangani terorisme. Dulu kerjasama seperti ini tidak ada, karena Satuan ini dinilai bermasalah dalam penegakan hak asasi manusia. Adakah ini perubahan sikap dari Australia? Pemerintah Australia, lewat Menteri Kehakiman, sedang berupaya menyusun rancangan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi pelaku pembunuhan warga negara Australia untuk diadili di Australia. Apakah ini berkait dengan kemungkinan meminta ekstradisi Amrozi atau Abu Bakar Baasyir? Bukankah undang-undang semacam itu bersifat ekstrajudisial dan bisa melanggar kedaulatan negara lain? Polisi Indonesia telah menangkap Amrozi dengan tuduhan terlibat peristiwa bom Bali. Apa sikap pemerintah Anda? Kembali ke soal bom Bali, apakah menurut pemerintah Anda, memang ada kesengajaan menjadikan orang Australia sebagai target bom. Atau, besarnya korban dari warga Australia itu hanya kebetulan saja?
Polisi mengatakan bahwa Amrozi, tersangka peledakan, berencana menyerang orang Amerika. Tapi yang menjadi korban ternyata kebanyakan warga Australia. Bagaimana pemerintah Anda melihat hal ini? Beberapa analis politik mengatakan bahwa hubungan Australia dan Indonesia mendingin sejak naiknya Partai Konservatif dalam pemerintahan Australia. Bagaimana caranya meningkatkan hubungan kedua negara ini? Sejak jajak pendapat Timor Timur hingga sekarang, kerap terdengar tindakan penyerangan terhadap orang Indonesia, dan Asia umumnya, di Australia. Apakah memang ada semacam sentimen anti-Asia yang berkembang dalam masyarakat Australia? Beberapa waktu lalu terjadi aksi penyerangan ke beberapa masjid dan orang perorang, baik secara fisik maupun verbal, di Australia. Mengapa polisi Australia belum juga menangkap orang-orang yang melakukan tindakan itu? Satu hal lagi, apa benar dalam kasus Bali ada orang Australia yang telah ditetapkan menjadi saksi tetapi hingga saat ini belum diumumkan ke publik?
[an error occurred while processing this directive]
"Tak Perlu Berpura-pura Australia dan Indonesia Sama"

Banyak protes dari masyarakat Indonesia, juga pemerintah, soal penggerebekan warga negara Indonesia oleh aparat Australia. Komentar Anda?
Saya pikir, hal pertama yang perlu dikatakan, terjadinya pengeboman di Bali situasinya menjadi cukup emosional di antara kedua negara. Jadi mungkin tidak mengejutkan beberapa tindakan di satu negara menjadi agak dilebih-lebihkan, didramatisir media. Yang ingin saya katakan adalah, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku di Australia, juga sesuai hukum internasional. Sesuai standar operasi untuk tindakan semacam itu.
Saya ingin mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak fokus pada cara penggerebekan itu. Contohnya, jika saya tidak keliru, tidak semua penggerebekan itu dilakukan dengan cara sama. Jumlah seluruh penggerebekan juga tak terlalu besar, sekitar 20. Orang-orang yang digerebek pun tidak semuanya berkewarganegaraan Indonesia, ada juga orang Australia. Sangat sedikit yang bukan penduduk Australia. Saya ingin mengimbau masyarakat, termasuk teman-teman saya warga Indonesia, untuk mengingat bahwa ada lebih dari 50 ribu keturunan Indonesia di Australia. Dan ada sekitar 250-300 ribu muslim di sana. Terlepas dari cara penggerebekan itu dilakukan, saya ingin mengingatkan bahwa penggerebekan itu tidak ditujukan kepada kelompok masyarakat tertentu. Jika ada satu kelompok yang menjadi sasaran penggerebekan itu, mungkin mereka memiliki informasi yang dapat menolong pihak berwenang dalam penyelidikan organisasi terorisme yang mungkin ada di Australia.
Satu hal lain yang ingin saya katakan ialah, penggerebekan itu dilakukan sesuai kewajiban Australia di dunia internasional untuk memerangi terorisme. Kewajiban yang juga ditanggung oleh Australia dan Indonesia. Juga perlu dikatakan bahwa jika Australia mengambil tindakan tertentu terhadap orang-orang tertentu yang mungkin memiliki informasi mengenai organisasi terorisme, itu bukan hanya untuk kepentingan Australia tetapi juga kepentingan Indonesia. Dan tentunya bukan ditujukan terhadap kelompok agama atau masyarakat tertentu.
Penggerebekan itu dilakukan aparat kepolisian, sesuai peraturan. Saya diberitahu bahwa tindakan mereka sesuai dengan standar operasi normal. Perlu diingat bahwa polisi sedang menginvestigasi dan ingin menginterogasi orang-orang yang mereka yakini bisa membantu pelacakan mereka mengenai keberadaan terorisme di Australia. Dalam situasi seperti itu, saya berpendapat, jika kita merasa tidak jelas mengenai apa yang mungkin kita temui ketika memasuki sebuah rumah, ada teknik dan langkah pengamanan tertentu yang diambil. Dan mungkin ini terlihat tidak normal.
Sekali lagi, saya ingin menghimbau agar kita tidak menekankan secara berlebihan atau hanya memfokuskan pada satu jenis operasi saja. Saya kira tidak semua penggerebekan itu dilakukan dengan cara sama. Ini tergantung pada individu-individu yang menjadi target. Saya memang tidak mengetahui semua detailnya, tapi jika kita letakkan ini dalam perspektif, ini bukan sikap paranoid Australia.
Saya ingin mengingatkan kejadian sebulan yang lalu di Bali, sebuah tragedi yang menyedihkan, kejahatan yang keji yang ditujukan kepada semua orang, terutama terhadap Indonesia. Jadi mari kita berkonsentrasi terhadap apa yang dapat dan perlu dilakukan bersama-sama Australia dan Indonesia. Dan perlu saya katakan bahwa Indonesia dan Australia telah bekerja sama secara dekat dalam menyingkap peristiwa Bali. Tingkat kerjasama yang sangat baik, teknis maupun tenaga ahli. Dan saya ingin mengucapkan terima kasih terhadap pemerintah Indonesia dan kepolisiannya.
Saya juga ingin mengatakan dalam konteks ini bahwa respon masyarakat Indonesia terhadap peristiwa di Bali kemarin sangat positif. Ketika peristiwa itu saya berada di Bali. Ketika saya kembali ke kedutaan, saya terkejut melihat kedutaan ini dipenuhi bunga dan lilin. Ini merupakan semangat solidaritas yang positif antarmasyarakat kita. Di Australia beberapa kelompok masyarakat mengumpulkan uang, tidak hanya untuk orang Australia yang menjadi korban, tetapi juga untuk korban lainnya, termasuk orang Indonesia.
Mereka berhasil mengumpulkan jutaan dolar untuk menolong masyarakat Bali. Ini menunjukkan semangat antara bangsa Australia dan Indonesia. Ini semangat untuk berbagi kesedihan dalam tragedi ini. Dan mengubahnya menjadi solidaritas yang sangat positif sehingga kita bisa mengatasi masalah utamanya, yaitu terorisme. Itu yang perlu kita lakukan bersama-sama.
Saya tidak sependapat dengan hal itu. Saya kira menggambarkan hubungan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir dengan cara seperti itu tidaklah cukup akurat. Menurut saya, simpati (masyarakat Indonesia) terhadap Australia tidak hilang. Saya tahu, ketika ada headline di surat-surat kabar (mengenai penggerebekan itu), tentu ada orang yang mengeluarkan komentar. Ini saya nilai wajar saja. Saya juga tidak punya alasan untuk mengkritik pemerintah Indonesia atau pemimpin lainnya yang memberi respon atas peristiwa itu. Saat ini kami bisa bekerja sama baik dengan mereka. Dalam pertemuan dengan pejabat pemerintahan dan parlemen, saya diterima dengan sangat baik. Analisis saya mengenai perasaan rakyat Indonesia saat ini, tentu Anda boleh berbeda pendapat dalam hal ini, adalah mereka menginginkan Indonesia dan negara-negara sahabatnya bisa merespon ancaman terorisme secara menyeluruh dan efektif. Rakyat Indonesia tidak terancam keselamatannya oleh Australia atau tindakan polisi Australia. Rakyat Indonesia dan Australia terancam oleh masalah terorisme ini. Kita telah melihat akibat terorisme di Indonesia.
Polisi melakukan tindakan berdasarkan bukti-bukti yang mereka miliki. Semua polisi di berbagai belahan dunia memiliki tanggung jawab untuk melakukan penyelidikan atas informasi yang mereka miliki. Saya pikir Anda tadinya akan merasa senang bahwa tidak ada orang Indonesia yang ditangkap setelah penggerebekan itu. Saya pikir itu seharusnya dirayakan dan bukan dikritik.
Apakah menurut Anda polisi Indonesia tidak pernah melakukan investigasi yang tidak berujung pada penangkapan? Apakah menurut Anda semua investigasi polisi Indonesia selalu berujung pada penangkapan semua tersangka? Saya kira tidak. Ini sama saja dengan polisi di negara-negara lain. Menurut saya, merupakan jalan berpikir yang keliru bahwa karena tidak ada penangkapan maka tidak perlu ada investigasi. Anda tidak tahu, dan saya juga, apa yang mereka (polisi Australia) temukan dalam penyelidikan. Menurut saya, sebaiknya kita tidak berspekulasi mengenai hal ini.
Menurut saya posisi Perdana Menteri Howard soal keberagaman etnis dan budaya di Australia telah ditunjukkan dalam berbagai pernyataan. Dia telah membuat usaha serius mengulurkan tangan persahabatan kepada masyarakat muslim di Australia, terutama dalam bulan penting Ramadhan ini. Dia juga menekankan penghargaan pemerintah atas kontribusi nilai-nilai komunitas ini bagi bangsa Australia. Saat ini ada sekitar 300 ribu muslim di Australia. Dan mereka memberikan sumbangan besar bagi masyarakat Australia. Mereka diterima dengan sangat baik di negeri kami. Kami ingin membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Dan kami ingin mereka meneruskan kontribusinya membuat Australia menjadi negara yang menarik dan kompleks.
Anda sudah mendengar jawaban saya.
Seperti yang telah saya katakan bahwa operasi yang dilakukan sesuai untuk menginvestigasi permasalahan yang sedang dihadapi. Dan saya yakin, operasi keamanan di masa depan akan tetap sesuai dengan permasalahan yang sedang diinvestigasi saat itu.
Mereka sepenuhnya bebas untuk menggunakan sistem hukum yang berlaku di Australia. Ada jalur-jalur resmi yang dapat digunakan untuk komplain terhadap perlakuan aparat yang dinilai tidak mengenakkan. Dan kami mendukung sepenuhnya jalur-jalur resmi ini digunakan.
Saya sependapat sepenuhnya. Saya kira Anda tidak akan menemui seorang pemimpin politikpun di Australia yang menolak hal itu.
Ini merupakan contoh, sepotong informasi dalam suasana yang sedang sensitif seperti sekarang ini, dalam kondisi media massa yang terbuka dan sangat bebas, dipublikasikan dengan tidak utuh. Tidak pernah ada usulan (pemerintah Australia) untuk membuka kantor intelijen di pinggir jalan, dengan plang nama “Kantor Intelejen Australia” (sambil tangan menggambarkan adanya plank itu). Itu hal yang sangat absurd. Dua Pemerintah memang saling bertukar informasi, tapi ada mekanisme resmi untuk itu.
Yang dikatakan Menteri Pertahanan Australia Robert Hill berulang kali adalah Australia dan Indonesia meningkatkan kerja sama di semua bidang. Dan salah satunya adalah kerja sama dalam bidang pertahanan. Kami berupaya meningkatkan hal ini. Kami menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia, sehingga bisa maju bersama setahap demi setahap. Kami tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membuat Indonesia merasa tidak nyaman. Begitu juga sebaliknya. Dalam proses ini tentu akan ada hal-hal yang perlu diambil keputusannya. Namun dapat saya katakan bahwa hingga saat ini belum ada proposal kerjasama dari kedua belah pihak untuk melibatkan Kopassus.
Sepengetahuan saya tidak ada rencana (meminta ekstradisi) itu. Mengenai undang-undang itu sendiri, sepengetahuan saya, pemerintah Australia memang sedang mengusahakan undang-undang yang memberikan kewenangan pemerintah untuk mengadili pelaku kriminal terhadap orang Australia yang terjadi di luar negeri, untuk diadili di Australia. Namun masih ada hal-hal yang perlu dibicarakan mengenai hal itu.
Saya bisa katakan kepada Anda bahwa Australia tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum internasional. Tidak ada rencana pemerintah Australia akan membalikkan sistem hukum internasional. (tertawa sedikit).
Saat ini, saya kira tidak pada tempatnya bagi saya untuk mengomentari detail hasil investigasi. Yang saya ingin katakan adalah penyelidikan peristiwa Bali telah dilakukan dengan sangat serius dan profesional. Merupakan hal yang memuaskan bagi Australia melakukan kerja sama yang bagus dengan Indonesia dalam proses ini. Proses penyelidikan ini dilakukan dengan cara yang sangat profesional dengan pengumpulan bukti yang berhati-hati dan telah dilakukan secara benar. Jadi, tidak akan membantu jika orang yang tidak tahu apa-apa seperti saya mengomentari mengenai tersangka.
Tentu saja, tidak seorangpun tahu jawabannya. Sepengetahuan saya, hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang mendukung teori orang Australia menjadi target. Tapi jelas bahwa orang Barat yang menjadi target.
Saya tidak akan mengomentari pernyataan publik polisi (tersenyum).
Tentu saja saya tidak sependapat dengan analisis itu. Menurut saya, sejak tahun 1990, waktu saya bertugas disini, hingga saat ini banyak hal telah berubah dari hubungan kedua negara. Tentu saja Indonesia merupakan negara yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi agak sulit membandingkan saat itu dengan sekarang. Indonesia dan Australia sejak dulu adalah dua negara yang sangat berbeda. Kita tidak perlu berpura-pura keduanya sama. Tapi juga merupakan sebuah fakta bahwa keduanya akan tetap berdampingan selamanya. Sehingga hubungan kedua negara akan selalu penting. Tidak ada pilihan lain. Karena perbedaan ini, akan selalu muncul masalah. Masalah-masalah yang besar dari waktu ke waktu. Jadi hubungan keduanya tidak akan selalu mudah.
Pemerintah Australia selalu berkomitmen untuk membuat hubungan keduanya berfungsi dengan baik. Saya juga melihat, periode pasca peristiwa Bali memberikan peluang yang besar bagi kedua negara untuk bekerja sama menghadapi masalah yang dihadapi. Saya melihat banyak pemimpin Indonesia berpikiran sama.
Kita telah memulai hal ini dalam lingkup yang kecil, seperti seminar di Bali soal penyelundupan pengungsi. Itu menunjukkan keduanya menyadari adanya masalah regional. Dan keduanya bisa bekerja sama menghadapi masalah ini bagi keuntungan kedua negara dan wilayah sekitarnya. Saya pikir demikian juga halnya dalam menangani isu terorisme. Di satu sisi, kami harus bisa bekerja sama dengan Indonesia untuk mencapai hasil positif. Tidak hanya bagi kedua negara tapi juga negara-negara lain di wilayah ini.
Saya kira tidak ada. Topik ini memang kerap diangkat dari waktu ke waktu oleh teman-teman kami di Indonesia. Pemerintah Australia sendiri sebenarnya sangat mewaspadai hal ini. Ketika ada sebuah peristiwa, biasanya kita akan melihat beberapa insiden muncul. Memang ada beberapa insiden terjadi di Australia. Tapi pemerintah Australia sangat mewaspadai gejala-gejala atau orang yang berencana menyerang kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah tentu akan mengambil tindakan tegas untuk menangani hal ini.
Yang saya pahami dari perasaan rakyat Australia tentang peristiwa Bali, ialah tidak menyalahkan atau mengkritik Indonesia. Tapi untuk bekerja sama dengan Indonesia dan berbagi solidaritas. Dan sebagian besar rakyat Australia kenal Bali, tapi tidak kenal bagian lainnya dari Indonesia. Sehingga peristiwa ini membuka mata mereka terhadap permasalahan yang dihadapi Indonesia. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita untuk bekerja sama.
Saya tidak tahu jawabannya. Saya tidak tahu aksi penyerangan yang Anda maksudkan. Jika polisi Australia memiliki bukti mengenai orang yang bertanggung jawab atas aksi itu, dapat saya pastikan mereka akan mengambil tindakan terhadap orang-orang itu sesuai hukum yang berlaku. Seperti kita ketahui, polisi bukanlah tukang sulap. Mereka tidak tahu semua jawaban dari semua hal. Ketika ada masalah, mereka tidak selalu memiliki solusinya. Saya yakin di Indonesia juga ada orang-orang yang dicurigai oleh polisi tapi tidak ditahan. Jadi, menurut saya, sebaiknya kita tidak mengharapkan keajaiban dari aparat keamanan. Tapi mari kita pastikan mereka melakukan tugasnya dengan mengawasi mereka.
Mohon maaf, saya tidak memiliki informasi mengenai hal itu. saya tidak tahu. (Kirk Coningham—atase pers yang ikut dalam wawancara—menambahkan bahwa polisi Australia telah menyebarkan 7.000 kuesioner. Dan sejauh ini ada 256 yang ditindak lanjuti)