[an error occurred while processing this directive]
Dubes Irak Naji Al-Hadifi:
SEJAK Presiden Amerika Serikar George W. Bush melontarkan tuduhan bahwa pemerintahan Presiden Irak Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal, perhatian dunia pun lantas tersedot isu ini. Ketegangan kian meningkat menyusul pernyataan Bush yang hendak menyerang Irak. Pasukan Amerika dan Inggris, satu-satunya negara Eropa yang secara tegas berdiri di samping Amerika, telah dikirim ke kawasan Teluk.
Tim inspeksi senjata Perserikatan Bangsa-bangsa, yang dipimpin Hans Blix, mesti bolak-balik mengunjungi Negeri Seribu Satu Malam itu untuk memeriksa tempat-tempat yang dicurigai menjadi tempat menyembunyikan senjata-senjata itu. Pengiriman tim ini sebagai syarat yang diajukan PBB untuk meredam hasrat menyerang dari Amerika. Pekerjaan tim inspeksi masih terus diperpanjang sebab tak kunjung usai. Sementara Abang Sam kian tak sabar.
Di tengah situasi inilah Duta Besar Irak untuk Indonesia, Naji al-Hadifi, menjalankan tugasnya di Jakarta sejak enam bulan lampau. Di tengah kesibukannya Dubes Naji awal pekan lalu meluangkan waktu menerima Faisal Assegafdari Tempo News Room untuk sebuah wawancara. Berikut petikannya:
Tapi tuduhan memiliki senjata pemusnah massal masih terus ditujukan ke negara Anda?
Bagaimana pula dengan tuduhan kepemilikan senjata kimia, sebagaimana diungkap Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Richard Gozney?
Presiden Bush terakhir malah menuding kemungkinan keterlibatan Presiden Saddam Hussein dengan jaringan Al-Qaidah.
Sesungguhnya, apa pendapat Anda tentang Bush dan Blair?
Betulkah dukungan Liga Arab ke Irak terpecah?
Bagaimana dengan peran Organisasi Konperensi Islam (OKI) dan Liga Arab dalam menyelesaikan krisis ini?
Seberapa besar peran Liga Arab dan OKI dalam menyelesaikan krisis ini?
Artinya Irak berjuang sendiri?
Bagaimana tanggapan Anda mengenai demo antiperang di Indonesia?
Bantuan apa yang Anda harapkan dari Indonesia?
Solusi apa yang terbaik bagi Irak dan dunia internasional soal krisis ini?
Termasuk mengizinkan tim inspeksi?
Tujuan AS untuk menggulingkan Saddam Hussein. Pilihan apa yang akan diambil rakyat Irak, apakah mendukung menurunkan Saddam untuk menghindari perang atau sebaliknya?
Bagaimana jika Saddam tidak mau mundur, apakah berarti pilihannya cuma perang? Jadi rakyat Irak siap berperang demi Saddam?
[an error occurred while processing this directive]
“Irak Terpaksa Akan Membela Diri”
Bagaimana pandangan Anda mengenai situasi yang dihadapi Irak saat ini. Manakah yang lebih sulit, menghadapi embargo atau ancaman perang?
Keduanya sama-sama berbahaya, karena akibatnya berbahaya. Melalui embargo, rakyat Irak mengalami kekurangan obat-obatan dan makanan, sehingga menyebabkan kematian, terutama anak-anak dan kaum wanita. Perang juga akan mengakibatkan hancurnya fasilitas sosial di Irak dan jatuhnya korban yang besar, terutama anak-anak dan kaum wanita.
Saat ini Irak telah berhasil mengatasi kesulitan akibat embargo dengan kemampuannya sendiri dan persatuan rakyat, sehingga kehidupan rakyat Irak sudah membaik. Irak telah berhasil mengalahkan rencana Amerika untuk mengalahkan Irak melalui embargo. Sebagai akibat Perang Teluk pertama di mana Amerika menggunakan senjata nuklir, banyak orang Irak mengalami penyakit berbahaya yang sulit disembuhkan. Dua juta anak mati karena embargo dan menderita, khususnya penyakit kanker.
Mengenai situasi terakhir di Irak, hubungan antara Irak dan PBB berlangsung dengan lancar, di mana Irak telah mematuhi seluruh resolusi PBB tanpa syarat. Hal tersebut dapat dilihat dari laporan tim inspeksi PBB yang dipimpin ketuanya Hans Blix dan Muhammad El Baredei (Badan Energi Atom Internasional – IAEA). Mereka menyatakan dalam laporannya bahwa Irak telah bekerjasama dan mereka telah diberi kemudahan untuk memasuki semua fasilitas yang akan diperiksa. El Baredei menyatakan bahwa Irak sudah bersih dari senjata nuklir, apalagi Irak belum pernah mengembangkan senjata nuklir.
Selama ini, tim inspeksi, yang terdiri dari 250 ahli senjata, bekerja di Irak dengan menggunakan helikopter dan pesawat mata-mata. Mereka telah memeriksa seluruh bagian wilayah Irak. Sampai saat ini tidak ditemukan senjata pemusnah massal, apalagi kimia. Tuduhan Amerika dan Inggris merupakan ciptaan Bush dan diulangi lagi oleh Menlu AS dan Perdana Menteri Blair. Mereka menggunakan foto palsu. Tim inspeksi sebelumnya pernah memeriksa tempat-tempat sebagaimana yang ada di foto, tapi tidak pernah menemukan senjata. Anggota Dewan Keamanan sudah menyatakan bahwa apa yang dituduhkan oleh Amerika adalah kebohongan. Mereka juga menyatakan perlunya perpanjangan tugas tim inspeksi di Irak.
Amerika memiliki kepentingan yang besar untuk menduduki Irak dan menguasai minyaknya, karena Irak memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Apalagi zionis Israel di Amerika yang berusaha memperluas kekuasaan di Timur Tengah. Amerika ingin memperluas kekuasaan Israel dan menghapus isu Palestina.
Kebijakan Amerika dan Inggris dalam melawan Irak melalui perang militer dan media dilakukan dengan menyebarkan kebohongan. Tuduhan seperti ini hanya bisa dijawab oleh tim isnpeksi senjata PBB di Irak dan bukan oleh duta besar Amerika dan Inggris di Jakarta. Apa yang diungkapkan duta besar Inggris merupakan usaha propaganda, merupakan tuduhan yang kurang ajar. Seharusnya media Indonesia tidak memberi kesempatan kepada duta besar Inggris untuk menyebarkan kebohongannya, karena ancaman Amerika terhadap Irak adalah langkah pertama untuk menguasai seluruh negara Arab, Islam, dan anti Islam. Mereka adalah lawan Arab dan muslim, dan itu harus dihentikan.
Mereka sudah pernah mengeluarkan tuduhan tersebut sebelumnya. Mereka mengaku memiliki bukti yang kuat bahwa Irak memiliki hubungan dengan Al-Qaidah. Seluruh dunia dan Irak sudah meminta agar Amerika membeberkan bukti itu, tapi sampai sekarang tidak ada. Mereka juga menuduh Irak punya hubungan dengan jaringan teroris. Tapi sampai saat ini tidak ada bukti. Setelah tuduhan ini kalah baru membuat tuduhan lain. Hasilnya, semua tuduhan mereka tidak ada yang terbukti. Bisa dilihat bagaimana besarnya demo di seluruh dunia, anti Amerika dan Inggris dan menentang rencana mereka menyerang Irak. Itu merupakan bukti bahwa Irak tidak punya senjata, apalagi Amerika tidak punya bukti.
Bush tidak punya latar belakang di bidang politik, pemahaman kebudayaannya terbatas. Dia adalah pengusaha kaya di bidang minyak. Dia memiliki perusahaan minyak yang besar di Amerika. Mengenai Blair, rakyat Inggris sendiri dan media massanya sudah menamakan Blair sebagai pembantu Bush. Dia ingin membangun negara besar melalui Amerika.
Seluruh negara Teluk seperti diduduki karena banyak pasukan Amerika yang ada di sana. Akan tetapi rakyat mereka anti-Amerika dan menetang keberadaan pasukan Amerika di sana, kecuali Kuwait. Namun mereka tidak bisa berbuat apapun. Semua rakyat negara-negara Teluk menentang rencana Amerika menyerang Irak.
Pertemuan menteri luar negeri Liga Arab masih terus berlangsung dan sikap mereka menentang rencana Amerika. Mengenai OKI kami belum mengetahui sikap apa yang akan diambil oleh OKI.
Sikap yang diambil anggota Liga Arab kemungkinan besar hanya merupakan sikap politik. Sikap tersebut diambil dengan melihat kepentingan mereka di masa depan.
Tidak ada pihak manapun yang suka perang, karena mengakibatkan banyak korban. Akan tetapi kalau sikap antiperang seluruh dunia tidak berhasil, Irak terpaksa akan membela diri. Irak bukanlah negara biasa, Irak memiliki sejarah peradaban dunia. Sejarah Irak membuktikan bahwa Irak berhasil mengatasi seluruh ancaman, termasuk membebaskan diri dari pendudukan Inggris. Rakyat Irak akan melawan semua rencana untuk menduduki Irak, apapun akibatnya.
Sikap pemerintah dan rakyat Indonesia terlalu baik dan berpihak kepada Irak. Karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia. Kami mengharap media massa di Indonesia tidak memberi kesempatan kepada pihak yang ingin merusak nama Islam. Alhamdulillah, saya sudah mengetahui sikap pemerintah dan rakyat Indonesia dalam mendukung Irak. Saya bangga akan dukungan yang ditunjukkan rakyat dan pemerintah Indonesia. Namun saya berharap sikap yang lebih keras karena keadaan sekarang semakin berbahaya. Tidak masuk akal bahwa sikap negara Eropa lebih kuat dan keras daripada sikap Indonesia.
Sikap yang keras adalah yang sangat diperlukan Irak. Sikap ini harus disuarakan melalui PBB dan berbagai oraganisasi internasional lainnya.
Solusinya adalah penyelesaian secara damai. Cara apapun akan dipatuhi oleh Irak, melalui Dewan Keamanan, maupun berdialog dengan negara-negara lain. Asalkan dilakukan secara damai.
Seluruh Irak terbuka terhadap tim inspeksi. Bahkan mereka sudah melakukan pemeriksaan di mesjid, istana, rumah sakit, dan rumah warga Irak.
Presiden Saddam adalah pilihan rakyat, oleh karena itu hanya rakyat Irak punya hak untuk menggulingkan Saddam. Sebaliknya, apakah ada negara lain bisa memerintahkan Bush untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden. Itu adalah bentuk campur tangan dalam negeri yang melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Itu bukanlah hal yang bisa ditawarkan . Irak bukanlah negara yang lemah dengan sejarah peradaban yang tinggi di dunia. Bukan hanya Irak yang menolak, pasti seluruh dunia akan menolak hal tersebut. Kalau hal ini terjadi, Amerika bisa mengganti presiden negara manapun di dunia ini.
Bukan perang, tapi membela diri. Itu bukan karena Saddam, tapi membela kedaulatan dan tanah airnya.
Catatan: Tulisan yang sama sudah diturunkan di Koran Tempo Edisi Minggu 23 Februari 2003
[an error occurred while processing this directive]