[an error occurred while processing this directive]
Toko Buku Dukung Pelarangan Sweeping
11-5-2001 / 21:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gabungan Toko Buku Indonesia (GATBI) mendukung keputusan pemerintah yang melarang aksi sweeping buku-buku yang dianggap kiri di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Ini dikatakan Firdaus Umar, ketua GATBI, kepada pers di Jakarta, Jumat (11/5). Ia mengungkapkan hal ini menanggapi keputusan pemerintah sehari sebelumnya yang melarang aksi sekelompok anggota masyarakat melakukan Sweeping buku-buku yang diduga memuat faham kiri atau ajaran komunis.
Firdaus menjelaskan bahwa sweeping tidak hanya merugikan toko buku dan penerbit. “Masyarakat juga resah akibat aksi tersebut,” ujarnya. Dalam waktu dekat, GATBI akan meminta bantuan Polri untuk memberikan pengamanan, terutama kepada toko-toko buku.
Berdasarkan data GATBI tahun 1992, tercatat 2.600 toko buku yang aktif di seluruh Indonesia. Namun, lanjut Firdaus, saat ini tinggal 350 toko buku yang aktif. “Sisanya tidak kuat melawan krisis,” ujarnya. Begitu pula nasib penerbit, kian hari kian berkurang.
Bila aksi sweeping buku tetap berlangsung, Firdaus mengkhawatirkan jumlah toko buku yang sudah sedikit tersebut menjadi semakin sedikit. Bahkan, bisa mengurungkan niat masyarakat yang sudah mendirikan toko buku. Akibatnya, masyarakat juga yang rugi karena kesulitan mendapatkan buku. “Padahal buku merupakan sarana utama untuk mencerdaskan bangsa,” kata dia. (Retno Sulistyowati)
Berita Lainnya: