Tempo Interaktif


  Halaman muka
  Agenda
  Artikel
  Tips
  Profil
  Perguruan tinggi
  Edulink
    Direktori Edunet
    Alumni
    Penelitian
    Beasiswa


Edunet


Profil EduNet

Sekali Kursus untuk Selamanya
Karena pelatihan difokuskan pada pemahaman dan bukan hafalan, maka selamanya, peserta pelatihan tidak akan lupa materi tersebut.



Gerbang Psikologi & Studi (GPS) adalah lembaga bimbingan tes untuk psikotes. Kantor pusat lembaga ini berada di lantai dua Gedung Dina Coorp, Jalan Paseban Raya 3A, Jakarta Pusat. (Klik pula Artikel : Sukses Psikotes Lewat Kursus)


Pelatihan atau bimbingan di lembaga ini hanya dilakukan satu hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pada awalnya, memang dilaksanakan empat kali pertemuan. Namun, atas permintaan peserta yang sibuk bekerja dan peserta dari luar Jakarta, waktu dipadatkan.


Bagi peserta perorangan tersedia program hari libur (Sabtu/Minggu) dengan biaya Rp125 ribu tiap peserta. Sedangkan biaya untuk program hari kerja sebesar Rp100 ribu untuk tiap peserta. Jumlah minimal masing-masing kelompok ini adalah tiga orang. Sedangkan untuk peserta dari lembaga tertentu, ada perhitungan tersendiri tergantung lokasi di dalam atau di luar kota.


Menurut Moko, salah satu staf di GPS, skor peserta yang pernah mengikuti pelatihan di GPS rata-rata meningkat antara 50 hingga 300 poin. Hal tersebut tergantung potensi masing-masing individu. Umumnya, mereka yang pernah menempuh tes dan ternyata skornya hanya berkisar antara 250 sampai 450 adalah peserta yang benar-benar masih awam dengan aturan main dan materi tes. Namun, setelah mengikuti bimbingan di GPS, skor mereka bisa meningkat tajam.


Staf pengajar di lembaga ini memiliki pengalaman cukup panjang serta latar belakang pendidikan sesuai dengan materi yang diajarkan. Materi disiapkan oleh litbang GPS dan disesuaikan dengan kisi-kisi tes. Sebagian di antaranya adalah pemahaman tes verbal (kosa kata, padanan kata, lawan kata, dan analogi verbal). Sedangkan untuk pemahaman tes kuantitatif berupa hitungan, deret bilangan, dan komparasi kuantitatif. Untuk pemahaman test penalaran berupa logika formal, penalaran analitis, penalaran keruangan, dan penalaran logis. Selain itu, ditambah pula dengan teknik mengerjakan tes dengan metode berpikir strategis.

Karena pelatihan difokuskan pada pemahaman dan bukan hafalan, maka selamanya, peserta pelatihan tidak akan lupa materi tersebut. Sewaktu-waktu mendapat panggilan tes seleksi yang mepet dengan tanggal pelaksanaannya, para peserta akan selalu siap. "Dan, kesempatan emas pun tidak disia-siakan," kata Moko kepada Tempo News Room. (Hilman - Tempo News Room)


Arsip   


Berita Terakhir

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

@ tempointeraktif.com