Edisi 01/02 - 08/Mar/1997
Surat dari Redaksi

Sudah 53 minggu kami mengunjungi Anda secara rutin. Dan, seperti telah kami informasikan minggu lalu, wajah homepage baru yang sedang Anda tatap ini menandai edisi awal tahun kedua. Semoga Anda lebih leluasa menikmati TEMPO Interaktif dengan navigasi-navigasi yang lebih mudah.

Banyak yang bertanya pada kami, apa dan bagaimana ide awal pembuatan TEMPO Interaktif ini? Apa hubungan antara TEMPO Interaktif dengan MBM TEMPO? Kiranya inilah saat yang tepat untuk menjelaskan semua itu. Kalau setelah Anda baca SDR ini terasa agak berpromosi, anggaplah SDR kali ini semacam kecap dapur dari TEMPO Interaktif.

Mulanya adalah sebuah pertanyaan: bagaimana cara termudah agar koleksi artikel Majalah Berita Mingguan TEMPO (1971-1994) dan sekitar 3 juta foto TEMPO bisa bermanfaat untuk masyarakat luas. Maklumlah, setelah TEMPO dibredel Menteri Penerangan pada 21 Juni 1994, kami pindah ke kantor yang lebih kecil di Jalan Proklamasi 72 Jakarta. Ruang perpustakaan kami pun sangat terbatas luasnya.

Yang "tersisa" dari pembredelan adalah Pusat Data dan Analisa TEMPO (PDAT) yang sudah berdiri sebelum TEMPO ditutup. PDAT sudah menerbitkan sejumlah karya: buku panduan masuk perguruan tinggi, berbagai artikel riset di MBM TEMPO, dan merencanakan penerbitan buku Apa & Siapa Sejumlah Tokoh Indonesia. Maka, ide memasyarakatkan koleksi TEMPO seperti jadi "tugas" PDAT.

Untuk itu, berkumpulah empat orang PDAT. Yusril Djalinus, kini salah seorang direktur PT Grafiti Pers, Bambang Bujono, redaktur pelaksana TEMPO , S. Prinka, disainer yang bergabung dengan MBM TEMPO sejak tahun 1970-an, serta Saiful B. Ridwan, lulusan University of Nottingham, Inggris, yang menguasai soal-soal teknis internet. Saat itu "demam" internet belum sehebat sekarang, tapi cukup menarik perhatian empat orang tadi. Singkatnya, diputuskan memanfaatkan teknologi canggih internet untuk "memasyarakatkan" perpustakaan MBM TEMPO.

Nama TEMPO Interaktif dipilih untuk menunjukkan bahwa media informasi ini ada di internet -- web site lainnya ada yang memakai online. Dan motto: enak diklik dan perlu adalah hasil celetukan S. Prinka dalam sebuah rapat, menirukan motto MBM TEMPO yang "enak dibaca dan perlu". Adalah Saiful Ridwan, master bidang technology of information yang menjajaki dan mematangkan kerjasama dengan IdOLA, salah satu provider di Jakarta, tempat TEMPO Interaktif "menitipkan" servernya.

Tapi, ada soal lain. Bagaimana menjaga aktualitas data perpustakaan TEMPO itu? Data terakhir tahun 1994 tentu akan jadi usang sepuluh tahun lagi. Kebetulan, di sekitar awal Maret 1996 itu tengah marak isu mobil nasional. Maka, TEMPO Interaktif pun menurunkan artikel seputar isu ini -- bahkan lengkap dengan keputusan presiden dan landasan hukum yang mendukungnya. Kebetulan, ketika itu bergabung juga Toriq Hadad, bekas Kepala Biro Jakarta MBM TEMPO, di samping dua reporter yang sudah ada: Hani Pudjiarti, yang juga "korban" pembredelan dari tabloid Detik, dan Suwardi, mantan wartawan majalah ekonomi Prospek (kini bekerja di Harian Neraca ). Jadilah liputan di rubrik Analisa & Peristiwa yang pertama kali, judulnya Mengapa Timor, Mengapa Tommy?.

Tak diduga, sambutan para netter lewat e-mail membanjir. Artikel pertama tadi dianggap sangat jelas dan gamblang menggambarkan soal mobnas yang kontroversial itu. Ada juga yang mengatakan artikel itu mengingatkan orang pada gaya ulasan MBM TEMPO. Dari berbagai sambutan ini, kami pun berketetapan mencoba menurunkan artikel setiap minggu, bahkan kalau ada yang sangat menarik, bisa setiap hari. Semangat kami memang besar, tapi kami sebenarnya pesimis: berapa minggu sih TEMPO Interaktif ini bisa bertahan? Membawa-bawa nama TEMPO, tentu saja bukan tanpa resiko "apa-apa" di kemudian hari.

Bukan berarti di lapangan kami tak mendapat kesulitan. Di masa awal TEMPO Interaktif, sumber-sumber yang kami wawancarai selalu bertanya: apa TEMPO Interaktif media yang legal, apakah ada ijinnya, atau apakah punya SIUPP (surat ijin usaha penerbitan pers), dan sejenisnya. Bahkan, seorang pejabat kepolisian menugasi stafnya untuk melacak apa itu TEMPO Interaktif, menyusul permintaan wawancara yang kami ajukan.

Kami sangat beruntung sumber-sumber ternama seperti Prof. Dr. Emil Salim, Prof. Sadli, serta para pakar lainnya membuka pintunya lebar-lebar untuk kami. Belakangan, Menteri Kependudukan Haryono Suyono menerima TEMPO Interaktif untuk sebuah wawancara khusus. "Karena saya tahu TEMPO Interaktif dibaca sekitar 150 ribu orang,'' kata Menteri Haryono menjelaskan alasannya menerima TEMPO Interaktif. Kami tak pasti benar darimana Menteri Haryono mendapatkan angka itu. Karena, kini setiap hari TEMPO Interaktif diakses sekitar 1.500 netter, berarti dalam seminggu sekitar 11.000 orang membaca artikel, wawancara, dan kolom, di TEMPO Interaktif.

Yang menarik, setelah lima bulan "manggung" di internet, persis 17 Agustus 1996 iklan pertama kami raih: dari Intel, perusahaan prosesor komputer yang beken itu. Lalu kemudian yang lain menyusul. Tampaknya, publikasi "gratis" yang kami dapatkan dari rekan-rekan media massa cetak dan elektronik sangat menarik perhatian para pemasang iklan itu. Kami memang mendapat liputan luas di awal kehadiran kami. Harian Jawa Pos, Media Indonesia Minggu, The Jakarta Post, dan media lainnya.

Di kampus-kampus, terutama di Jawa Timur, TEMPO Interaktif juga cukup dikenal. Sebabnya, rupanya sekelompok mahasiswa di Surabaya men-download seluruh artikel di web site ini setiap minggu, me-layout ulang, dan kemudian mencetaknya. Kabarnya, setiap minggu beredar sekitar 1000 eksemplar "TEMPO Interaktif cetak" itu di Surabaya, Malang, dan beberapa kota lain. Satu eksemplar dijual dengan harga Rp 1000. Kami dengar, di Bandung, Yogya, dan juga Jakarta, ada juga kelompok-kelompok yang mengedarkan edisi "cetak" tadi.

Kami sendiri tengah menyiapkan bundel TEMPO Interaktif edisi Maret 1996 sampai September 1996. Dan edisi enam bulan berikutnya segera akan menyusul. Kami rencanakan, di minggu ketiga Maret 1997 ini bundel TEMPO Interaktif akan bisa Anda dapatkan -- terutama bagi Anda yang belum sempat menikmati TEMPO Interaktif setiap minggu sejak awal.

Selain mencetak bundel, banyak hal yang kami lakukan. Sejak nomor 41/01 yang on-line bulan Desember 1996 lalu TEMPO Interaktif sudah pula menampilkan edisi Bahasa Inggris, walau masih terbatas pada rubrik Surat dari Redaksi dan Analisa & Peristiwa. Jika memungkinkan, seluruh artikel akan kami sajikan dalam bahasa internasional itu di waktu mendatang. Nah, bicara soal edisi Bahasa Inggris, kami sekarang diperkuat dua editor bahasa: Jenti Martono, lulusan FKIP Inggris Universitas Kristen Satyawacana Salatiga dan Wahyuni R. Kamah, lulusan Jurusan Biologi, Universitas Indonesia. Terjemahan kedua editor bahasa itu "dirapikan" oleh Liza Kappelle, sarjana komunikasi asal Australia.

Di bidang teknis, kami sudah punya server sendiri, dan ini memungkinkan banyak informasi bisa kami sediakan untuk Anda tanpa harus menambah "beban" IdOLA sebagaiprovider kami. Maka, dalam bulan Maret dan April 1997 ini, tiga "produk" baru Pusat Data dan Analisa TEMPO akan lahir dan mengunjungi Anda.

Yang pertama akan hadir nanti adalah EduNet, sebuah web-site yang berisi informasi seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Di EduNet, juga akan dibahas berbagai problem pendidikan Indonesia. Selain itu, ada Apa & Siapa Online, web-site yang menyimpan profil tokoh-tokoh populer Indonesia. Mereka ini adalah para pakar di bidangnya, atlit, pengusaha, peneliti, politikus, ahli hukum, tokoh LSM, tokoh militer, menteri, pejabat birokrasi, dan tokoh berbagai bidang lainnya. Sebelumnya, buku Apa & Siapa Sejumlah Tokoh Indonesia pernah juga diterbitkan oleh PT Grafiti Pers -- yang menaungi PDAT. Ada lagi KlinikNet, sebuah website yang penting untuk membahas berbagai soal kesehatan. Selain tanya jawab soal kesehatan, berbagai artikel kesehatan yang mutakhir akan ditampilkan di web-site itu. Web-site baru itu kami harapkan bisa berguna untuk masyarakat banyak. Mungkin dengan cara inilah kami ikut mencerdaskan bangsa. Begitulah kami memberi sumbangan untuk bangsa dan negara.

Selain mengembangkan web-site yang mendukung kelengkapan data untuk Anda, kami sudah menjajaki kerjasama dengan Murdoch University dan Australian National University (ANU) , keduanya di Australia, untuk tukar-menukar bahan studi. TEMPO Interaktif akan menitipkan web-site-nya di sana, dan sebaliknya. Keuntungannya, Anda dapat punya pilihan untuk mengakses TEMPO Interaktif. Jika server kami yang ada di Jakarta sedang padat atau lambat, Anda dapat mengakses TEMPO Interaktif ke server milik Murdoch atau ANU lebih cepat, dan bagi Anda di Jakarta yang membutuhkan informasi dari kedua universitas itu bisa "nyantol" lewat TEMPO Interaktif. Seperti diketahui, kedua universitas beken di Negeri Kanguru itu sudah lama mengembangkan diri sebagai Pusat Studi Asia. Sehingga, Anda akan mendapatkan bahan-bahan studi yang menarik, kelak. Program yang dinamakan mirror-site ini tengah memasuki tahap-tahap akhir perundingan. Jika uji coba dengan Australia ini sukses, kami akan mengembangkan program mirror-side ini ke Amerika dan Eropa.

Sebagai media interaktif, kami juga sering melibatkan Anda dalam jajak pendapat untuk berbagai topik. Dan jajak pendapat ini kami rencanakan setiap bulan akan hadir ke alamat Anda, untuk mendapatkan berbagai masukan Anda tentang peristiwa-peristiwa penting. Setelah jajak pendapat yang pertama kali, soal Pemilu 1997, kami tengah merancang jajak pendapat soal tambang emas Busang yang kontroversial itu. Bahkan, hari-hari inipun lembaga penelitian CSIS tengah "meminta" jawaban Anda soal "Orsospol dan Pemilu 1997" lewat sebuah jajak pendapat di TEMPO Interaktif. Lembaga itu bahkan menyediakan 100 eksemplar buku untuk Anda yang mengisi formulir dan beruntung dalam undian pemenang nanti.

Yang unik di TEMPO Interaktif adalah animasi kartun yang bisa bergerak-gerak. Berbeda dengan kartun di media cetak, animasi bergerak TEMPO Interaktif memang lebih "kena dan jenaka". Karya Prijanto S, dosen ITB Bandung, itu pada mulanya "statis". Belakangan, kecanggihan teknologi internet memungkinkan karya Prijanto itu "berjalan". Walau, Pri harus menyiapkan tiga atau empat gambar sekaligus. Nah, animasi Prijanto ini akan kami diskusikan di Jakarta pada 26 atau 27 Maret mendatang -- sekaligus memperingati setahun TEMPO Interaktif.

Harapan kami, TEMPO Interaktif akan menjadi sumber informasi yang bermanfaat untuk Anda. Bermanfaat juga untuk penelitian, seperti halnya yang dilakukan Sharon Tickle, seorang mahasiswi University Technology Queensland, Brisbane, Australia, yang sedang menyiapkan yang menyusun tesis untuk gelar masternya dan memasukkan TEMPO Interaktif sebagai obyek yang ditelitinya.

Sekali lagi, kalau SDR edisi ini terasa terlalu panjang dan "membosankan" Anda, anggap saja ini semacam kecap dapur dari kami.


Copyright © PDAT